Minggu, 17 November 2013

Narasi Dalam Detik

Melangkah kecil menuju bidang seribu sudut
Mengumpulkan atu persatu pucuk angan tertaut
Saat cerah surya kini tak lagi bersambut
Berhadap dengan algojo hitam pembawa pecut

Tak satupun angan indah beranikan singgah
Dalam pilu terendam dosa indah
Teriakku tak berarti selamat
Gemborku yang tak lagi terhormat

Di depan sana,
Terwajibkan untukku memilih satu diantara dua pintu
Diantara api yang pantas ku masuki
Atau kenikmatan yang enggan ku singgahi

Dengan sederet dosa yang ku wujudkan,
Pantaskah untukku peroleh lagi kenikmatan?

Sesalku merajuk pada berlalunya waktu
Dalam setiap detik ku sombongkan ini dan itu
Tak lagi sanggup menembus buatku
Ampun sudah, matilah aku

Dan kini ku berada dalam ruang berkunci waktu
Aku pun tak payah lagi memutar itu
Tinggalah hancur bobrok aku dimakan waktu
Dalam dosa yang terlanjur membelenggu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar